Hujan dan Banjir Bikin Perjalanan Kereta Terhambat, Begini Instruksi Menhub
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478012/original/037681100_1768887901-KAI_batalkan_perjalanan_kereta_api-20_Januari_2026b.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta penanganan banjir di jalur kereta api bisa dilakukan secara komprehensif. Termasuk, menemukan solusi jangka panjang.
Dudy mencatat, curah hujan tinggi menyebabkan genangan cukup tinggi di jalur kereta api lintas Pekalongan–Sragi. Alhasil, sejumlah perjalanan kerera api jarak jauh (KAJJ) harus terlambat, bahkan dibatalkan.
“Curah hujan yang terjadi saat ini memang relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, penanganannya tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga harus dipikirkan untuk jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).
Dia menyampaikan pihaknya telah menerima penjelasan dari Pemerintah Daerah serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait kondisi di lapangan. Dia menekankan penanganan banjir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
“Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan sejak 16-19 Januari 2026, terdapat dua titik utama yang terdampak genangan air di wilayah Pekalongan. Dampak tersebut menyebabkan 124 perjalanan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan.
“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Saat ini, proses refund telah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan,” jelas Bobby.
Selain refund, KAI juga melakukan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan perjalanan, serta operation recovery untuk memulihkan keandalan prasarana.
[ad_2]





