Hakim Izinkan ICE Gunakan Gas Air Mata ke Demonstran Minnesota

KETEGANGAN di Minnesota kembali meningkat setelah pengadilan banding federal untuk sirkuit kedelapan memberikan kemenangan hukum bagi pemerintahan Trump. Pada Rabu waktu setempat, pengadilan mengabulkan permintaan Departemen Kehakiman untuk mencabut sementara pembatasan yang sebelumnya dikenakan pada agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE).
Keputusan ini membatalkan perintah sementara (preliminary injunction) yang dikeluarkan Hakim Katherine Menendez pada Jumat lalu. Sebelumnya, Hakim Menendez melarang agen ICE menyemprotkan merica (pepper spray), menangkap demonstran damai, menggunakan amunisi non-lethal untuk membubarkan massa, hingga menghentikan pengemudi tanpa alasan yang jelas.
Hakim Menendez dalam putusannya, menilai tindakan agen federal memberikan “efek mengerikan” (chilling effect) terhadap hak-hak Amandemen Pertama para demonstran.
Pembelaan Departemen Keamanan Dalam Negeri
Menanggapi keputusan terbaru ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) membela taktik yang digunakan ICE. “DHS mengambil langkah-langkah yang tepat dan konstitusional untuk menegakkan supremasi hukum dan melindungi petugas kami serta masyarakat dari perusuh yang berbahaya,” ujar Juru bicara DHS, Tricia McLaughlin.
Pernyataan ini muncul di tengah gelombang protes besar-besaran di Minnesota yang dipicu tewasnya Renee Nicole Good, 37, seorang ibu tiga anak, di tangan agen federal. Kematian Good memicu kecaman luas di tingkat negara bagian maupun nasional. Meski demikian, DHS bersikeras agen mereka bertindak sesuai hukum dan hanya menggunakan kekerasan untuk membela diri.
Kunjungan Wakil Presiden JD Vance
Keputusan pengadilan banding ini dijatuhkan tepat menjelang kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Minneapolis pada Kamis ini. Gedung Putih mengonfirmasi Vance akan “mengadakan meja bundar dengan para pemimpin lokal dan anggota masyarakat, serta menyampaikan pidato yang berfokus pada pemulihan hukum dan ketertiban di Minneapolis”.
Penolakan dari Pemimpin Negara Bagian
Langkah federal ini mendapat perlawanan keras dari pemimpin lokal. Gubernur Minnesota, Tim Walz, dan pejabat setempat mengecam pengerahan ribuan agen federal sebagai “invasi federal” yang tidak konstitusional dan destruktif. Mereka menuding langkah tersebut sebagai kampanye balas dendam yang merusak kebebasan sipil warga Minnesota.
Konflik ini semakin memanas setelah Departemen Kehakiman mengeluarkan surat panggilan (subpoena) kepada beberapa politikus Demokrat terkemuka, termasuk Gubernur Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey. Departemen Kehakiman menuduh mereka bersekongkol untuk menghalangi operasi resmi agen ICE di lapangan. (The Guardian/Z-2)
[ad_2]





