Ancaman Longsor di NTT Meluas, 28 KK Hidup di Tengah Ketidakpastian

Ancaman Longsor di NTT Meluas, 28 KK Hidup di Tengah Ketidakpastian
Ancaman longsor di Kampung Waso.(MI/Marianus Marselus)

ANCAMAN longsor dan fenomena tanah bergerak terus menghantui warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah keluarga terdampak Kejadian Luar Biasa (KLB) geologi itu kini meningkat menjadi 28 kepala keluarga (KK), dari sebelumnya hanya 12 KK pada April 2025.

Fenomena tersebut telah berlangsung lebih dari satu dekade. Bencana tanah longsor pertama kali terjadi pada 2013 dan memengaruhi wilayah seluas sekitar 2-3 kilometer persegi di sekitar permukiman warga. Dampaknya tidak hanya merusak rumah dan lahan pertanian, tetapi juga menghancurkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Waso.

Sejak itu, pergerakan tanah terjadi hampir setiap tahun. Retakan-retakan panjang di permukaan tanah disertai penurunan kontur hingga 2-3 meter terus meluas. Hingga Januari 2026, sedikitnya 28 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari retakan dinding dan lantai hingga kondisi rusak berat yang membahayakan keselamatan penghuni.

“Rumah-rumah yang rusak berat sudah dibongkar dan sebagian warga dipindahkan ke bangunan baru melalui program bantuan darurat pemerintah daerah melalui BPBD,” kata tokoh masyarakat Kampung Waso, Yustinus Rudin, Jumat (15/1).

Menurut Yustinus, sejak April 2025 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur telah menetapkan fenomena tanah bergerak di Kampung Waso sebagai KLB. Namun, hingga kini masih terdapat sejumlah keluarga yang belum memiliki hunian layak.

“Beberapa KK belum bisa membangun rumah baru karena tidak tersedia lokasi aman. Ada yang menumpang di rumah keluarga, ada pula yang terpaksa tinggal di pondok kebun karena dianggap lebih aman,” ujarnya.

Kondisi tersebut diperparah oleh terganggunya akses transportasi. Ruas jalan provinsi Benteng Jawa-Dampe yang melintasi wilayah itu kerap mengalami gangguan akibat longsor, sehingga menyulitkan mobilitas warga dan distribusi logistik.

Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi segera mengambil langkah mitigasi yang lebih komprehensif, termasuk relokasi permanen permukiman dari zona rawan bencana.

“Masyarakat sebenarnya ingin mengungsi ke tempat yang lebih aman, tetapi terkendala ketersediaan lahan. Kami berharap ada solusi relokasi yang jelas dan berkelanjutan,” kata Yustinus.

Sebelumnya, dalam kegiatan reses anggota DPRD Manggarai Timur pada Mei 2025, warga Kampung Waso telah mengusulkan relokasi permukiman sebagai langkah utama penanganan bencana tanah bergerak yang terus berulang di wilayah tersebut. (MM/E-4)

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Scatter Hitam
  • Slot Gacor
  • Situs Slot Online
  • Slot Online
  • daftar slot gacor
  • deposit qris cepat
  • bonus new member 100
  • scatter hitam mahjong
  • pola zeus gacor 2
  • OLX707 daftar slot gacor
  • OLX707 situs slot terbaik
  • OLX707 akun slot resmi
  • Togel Online Indonesia
  • Bandar Toto
  • Situs Togel Terpercaya
  • Game Slot Gacor
  • Situs Slot Server Thailand
  • Situs Auto Cuan
  • Link Pusat Toto
  • Rtp Slot Gacor
  • Situs Slot Terlengkap
  • Daftar Slot Gacor
  • Bandar Slot Online
  • link bandar toto
  • olx707 link resmi
  • link slot hari ini
  • link situs bandar gacor
  • olx707 link resmi 2026
  • olx707 login daftar 2026
  • slot hari ini
  • link bandar slot
  • olx707 link resmi kami
  • daftar slot gacor
  • link Slot Mudah Maxwin